Conference Policies

Archive Access Policy

The presentations that make up the current and archived conferences on this site have been made open access and are freely available for viewing, for the benefit of authors and interested readers.

 

ABOUT SEMNAS FAPERTA 2019

Memasuki era revolusi industri 4.0, berbagai aktivitas sosial, pendidikan, ekonomi dan lainnya selalu dikaitkan dengan penggunaan teknologi yang terintegrasi dengan jaringan internet. Kondisi ini membuat banyak sektor seperti sektor bisnis, pendidikan, dan administrasi mulai berevolusi. Lalu bagaimana dengan sektor pertanian di era revolusi 4.0? Konsep pengembangan pertanian yang banyak dikembangkan di negara maju saat ini adalah konsep pertanian cerdas, yang biasa juga disebut smart farming atau precision agriculture. Tujuan utama penerapan terknologi tersebut adalah untuk melakukan optimasi berupa peningkatan hasil (kualitas dan kuantitas) dan efisiensi penggunaan sumber daya yang ada. Di Indonesia sendiri, revolusi industri 4.0, terutama di sektor pertanian belum begitu berhasil berkembang. Hal ini disebabkan oleh beberapa factor (LINE Jobs, 2019): 1) petani Indonesia mayoritas berusia lebih dari 40 tahun dan lebih dari 70 persen petani berpendidikan rendah; 2) kepemilikan lahan pertanian para petani di Indonesia rata-rata di bawah 0.3 hektar; dan 3) teknologi baru belum sepenuhnya dapat diterima masyarakat. Oleh sebab itu Seminar Nasional Pertanian Berkelanjutan untuk Pengembangan Wilayah Perdesaan pada Era Revolusi Industri 4.0 ini berupaya untuk menemukan alternatif solusi dan memberikan rekomendasi dalam meningkatkan produksi pertanian yang berkelanjutan dan berwawasan perdesaan dengan menggunakan teknologi terkini.